Mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses melaksanakan program peduli lingkungan di UPT SD Negeri Ngujuran I, Kabupaten Tuban. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung secara konsisten selama kurang lebih tujuh minggu berturut-turut. Setiap minggunya, para mahasiswa secara bergantian memberikan pendampingan langsung di setiap kelas dari kelas satu hingga kelas enam.
Program edukasi ini dirancang agar selaras dengan poin Sustainable Development Goals (SDG’s). Pelaksanaan program ini sesuai dengan SDG’s – 4 (Pendidikan Bermutu) dan SDG’s – 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Fokus utamanya adalah menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Langkah ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Rangkaian kegiatan utamanya memadukan edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik dengan inovasi daur ulang limbah plastik. Para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajak memahami dampak negatif penumpukan sampah jika tidak dikelola dengan baik. Pemahaman mendasar ini menjadi pondasi penting sebelum mereka terjun langsung melakukan aksi nyata di area perkarangan sekolah yang tidak digunakan.

Saat sesi didalam kelas, mahasiswa memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai perbedaan karakteristik antara sampah organik dan anorganik. Siswa diajarkan cara memilah sampah dengan benar sesuai jenisnya sebelum membuangnya ke tempat penampungan. Praktik pemilahan ini sangat penting untuk mengurangi polusi lingkungan dan memudahkan proses daur ulang pada tahap lanjutan.
Setelah pemahaman dasar terbentuk dengan baik, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung mengolah limbah botol plastik bekas. Sampah botol plastik yang telah terkumpul kemudian dicat dengan berbagai warna cerah agar terlihat lebih menarik. Pemanfaatan limbah ini menjadi contoh sederhana dari penerapan konsep daur ulang yang sangat mudah direplikasi di lingkungan sekolah.

Botol-botol yang sudah dihias tersebut kemudian disusun rapi menjadi pagar bedengan untuk sebuah proyek mini garden. Pembuatan taman mini ini memanfaatkan sisa lahan kosong yang ada di sekolah agar menjadi ruang yang lebih produktif. Langkah penghijauan nyata ini turut mendukung pencapaian SDGs – 15 (Ekosistem Daratan).
Tidak sekadar membuat pagar pembatas, para siswa juga dilibatkan langsung dalam proses penanaman berbagai jenis bibit sayuran. Sayuran yang ditanam di dalam mini garden tersebut meliputi kangkung, sawi, dan bayam yang dinilai cukup mudah dirawat. Kegiatan berkebun bersama ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan sekaligus mengedukasi pentingnya kelestarian alam.
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari para tenaga pendidik, termasuk Bu Wilut selaku salah satu guru. Beliau bersyukur karena kedatangan mahasiswa sangat membantu anak-anak belajar berkebun dan mengembangkan tanaman secara mandiri. Guru-guru juga melihat perubahan positif dimana anak-anak kini mulai sadar dan terbiasa membedakan serta membuang sampah pada tempatnya.
“Alhamdulillah sangat membantu sekali dengan datangnya mahasiswa Bina Desa di sini. Anak-anak bisa belajar berkebun, belajar bagaimana cara mengembangkan tanaman, kemudian untuk pembelajaran tentang sampah organik dan anorganik juga sangat membantu. Anak-anak sekarang sudah mulai sadar dan bisa membedakan mana sampah organik dan nonorganik,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan mini garden membuat lingkungan sekolah menjadi lebih hijau dan nyaman. “Tanaman di sekolah menjadi lebih subur dan anak-anak mulai sadar cara membuang sampah dengan benar. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur yang sudah membantu UPT SD Negeri Ngujuran I,” tambahnya.Rangkaian program kerja ini akhirnya ditutup dengan suasana yang meriah dan penuh keceriaan bersama seluruh warga sekolah. Kegiatan penutupan tersebut diisi dengan sesi senam bersama yang kemudian dilanjutkan dengan games. Seluruh tim mahasiswa berharap kegiatan edukasi lingkungan dan pembuatan mini garden ini dapat terus dirawat secara berkelanjutan. Inisiatif kolaboratif ini diproyeksikan menjadi langkah awal yang solid dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda. Sinergi semacam ini membuktikan bahwa aksi nyata di tingkat desa mampu membawa kontribusi yang berarti bagi kelestarian alam ke depannya.
