Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil legen, minuman tradisional dari nira pohon siwalan yang memiliki rasa manis segar dan aroma khas. Di balik potensinya sebagai produk unggulan desa, legen menyimpan persoalan klasik yaitu daya tahan yang sangat singkat. Legen mudah mengalami fermentasi alami dalam hitungan jam setelah dipanen, sehingga cita rasa berubah dan kualitasnya menurun.
Kondisi tersebut selama ini menjadi penghambat utama dalam pengembangan usaha legen. Produk yang cepat berubah rasa membuat distribusi terbatas hanya di sekitar desa, sehingga peluang pasar yang lebih luas belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Tak sedikit pula pelaku usaha yang harus menanggung kerugian akibat legen yang tidak sempat terjual. Hal ini menyebabkan pendapatan masyarakat menjadi tidak stabil serta menghambat pertumbuhan ekonomi lokal desa.
Melihat tantangan ini, mahasiswa agribisnis melalui program Bina Desa menghadirkan solusi inovatif yang sederhana namun berdampak besar. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026 di aula Balai Desa Ngujuran. Dengan memperkenalkan teknik pemanasan atau pasteurisasi sederhana, masyarakat diajak untuk mengolah legen agar memiliki daya tahan lebih lama tanpa menghilangkan cita rasa alaminya. Proses ini dilakukan dengan memanaskan legen pada suhu tertentu guna menghambat aktivitas mikroorganisme penyebab fermentasi. Metode ini juga mudah diterapkan menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di tingkat rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, pemateri Eva Mawarni menegaskan pentingnya proses pasteurisasi dalam menjaga kualitas produk legen. Ia menjelaskan bahwa “Setelah dilakukannya proses pasteurisasi, legen memiliki daya simpan sekitar 3–4 hari pada suhu ruang, dan dapat bertahan kurang lebih satu minggu apabila disimpan di dalam kulkas”. Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa inovasi sederhana tersebut memberikan dampak nyata dalam meningkatkan daya simpan legen.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Dengan pendampingan yang terarah, warga Desa Ngujuran dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari proses pemanasan hingga penerapan standar kebersihan dalam pengolahan. Metode yang digunakan pun cukup sederhana dan tidak membutuhkan peralatan mahal, sehingga mudah diadopsi oleh para pelaku usaha legen di desa.
Tidak hanya berhenti pada proses produksi, inovasi juga dikembangkan pada aspek pengemasan. Legen yang telah melalui proses pemanasan kemudian dikemas dalam botol yang praktis, dilengkapi dengan tutup segel untuk menjaga keamanan dan kebersihan produk. Selain itu, kemasan juga diberi sentuhan desain berupa logo yang menarik, sehingga memberikan identitas produk sekaligus meningkatkan daya tarik di mata konsumen.

Kemasan legen yang telah dikembangkan dengan inovasi baru
Legen yang sebelumnya hanya bertahan beberapa jam kini mampu disimpan lebih lama dengan kualitas yang tetap terjaga. Hal ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperluas jangkauan pemasaran, bahkan hingga ke luar daerah. Dukungan kemasan yang lebih modern dan higienis juga semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk legen.
Lebih dari sekadar memperpanjang umur simpan, inovasi ini menjadi titik awal transformasi produk lokal Desa Ngujuran. Legen kini memiliki potensi untuk dikemas secara lebih profesional dan dipasarkan sebagai produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan daya tahan yang meningkat serta tampilan produk yang lebih menarik, pelaku usaha dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing di pasar.
Sejalan dengan itu, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Peningkatan kualitas dan daya tahan legen mendorong terbukanya peluang usaha yang lebih luas, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan dan pemasaran produk lokal. Di sisi lain, penerapan teknologi sederhana berupa pasteurisasi dan inovasi kemasan menjadi langkah nyata dalam mendorong industrialisasi skala desa yang berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat daya saing produk tradisional di pasar yang lebih modern.
