Kemas Lebih Menarik, Jual Lebih Laris! Sosialisasikan Inovasi Kemasan Dodol dan Kue Dumbek kepada Ibu-Ibu PKK Desa Ngujuran

Tuban, 29 April 2026

Mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian kemasan sebagai pelindung produk sekaligus penunjang kualitas. Penjelasan mencakup fungsi kemasan dalam menjaga produk dari kerusakan selama penyimpanan dan distribusi. Materi juga menekankan peran kemasan sebagai media promosi yang mampu menarik minat konsumen. Pemahaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK terhadap pentingnya kemasan produk.

Pemaparan materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai jenis-jenis kemasan berdasarkan struktur, frekuensi pemakaian, dan tingkat kesiapan pakai. Mahasiswa memberikan contoh kemasan primer, sekunder, dan tersier yang umum digunakan pada produk makanan. Penjelasan juga mencakup kemasan sekali pakai dan kemasan yang dapat digunakan kembali. Informasi ini membantu ibu-ibu PKK dalam menentukan jenis kemasan yang sesuai dengan produk yang dihasilkan.

Mahasiswa memperkenalkan inovasi kemasan dodol sebagai produk unggulan desa. Kemasan dodol dirancang menggunakan box yang lebih modern dan menarik. Box tersebut dilengkapi dengan informasi penting seperti logo produk, identitas produsen, asal khas dodol, slogan, serta komposisi produk. Desain ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada konsumen.

Tampilan Dalam Kemasan Dodol

Mahasiswa juga memperkenalkan inovasi kemasan kue dumbek dengan pendekatan yang tetap mempertahankan nilai tradisional. Kemasan kue dumbek menggunakan besek sebagai wadah utama yang ramah lingkungan dan memiliki ciri khas lokal. Besek kemudian diikat menggunakan tali rami untuk menambah kesan alami dan estetika produk. Kemasan juga dilengkapi dengan card kecil yang berisi nama produk sebagai identitas sederhana namun tetap menarik.

Contoh kemasan kue dumbek menggunakan besek

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek pemasaran, tetapi juga mengintegrasikan prinsip SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Mahasiswa memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK mengenai pentingnya penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan, seperti besek dan tali rami yang dapat terurai secara alami dan mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Edukasi juga menekankan efisiensi penggunaan bahan kemasan dengan menyesuaikan ukuran kemasan terhadap isi produk agar tidak terjadi pemborosan. Pendekatan ini membantu pelaku UMKM dalam menekan biaya produksi sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan.

Mahasiswa juga mendorong ibu-ibu PKK untuk mempertimbangkan siklus hidup kemasan, mulai dari proses produksi hingga pembuangan, sehingga tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Pemilihan kemasan yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang menjadi salah satu solusi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini. Penerapan prinsip ini diharapkan mampu menciptakan pola produksi yang lebih bijak serta konsumsi yang lebih sadar lingkungan. Upaya tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Kegiatan sosialisasi mendapatkan respon positif dari ibu-ibu PKK Desa Ngujuran. Salah satu ibu-ibu PKK menyampaikan, “Kalau dari contoh yang mbak-mbak kasih, kemasan besek untuk kue dumbeknya masih terlalu besar. Mungkin untuk kalangan menengah ke atas masih bisa dijangkau, tapi untuk menengah ke bawah masih terlalu berat. Kami berharap bisa dibuatkan kemasan kue dumbek dengan ukuran yang lebih kecil dan bervariasi. Jadi nanti bisa lebih menyesuaikan dengan daya beli masyarakat,” ujar ibu-ibu PKK. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya masukan konstruktif terkait inovasi kemasan yang lebih terjangkau. Diskusi interaktif berlangsung dengan baik antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK selama kegiatan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK Desa Ngujuran. Dokumentasi tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan yang penuh semangat kolaborasi. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat. Harapan besar muncul agar inovasi kemasan dapat diterapkan secara berkelanjutan.