Siwalan Glow Up: Dari Limbah Jadi Pupuk Organik Bernilai

Mahasiswa Bina Desa 2026 Program Studi Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program kerja berupa Pengolahan Limbah Siwalan Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) pada Rabu (13/5/2026) di Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini menyasar para petani siwalan sebagai upaya pemanfaatan limbah siwalan agar memiliki nilai tambah serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik serta potensi limbah siwalan yang dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna. Selama ini, limbah siwalan yang dihasilkan dari aktivitas hasil pasca panen buah siwalan biasanya hanya dibakar atau dibuang begitu saja sehingga menumpuk dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai secara alami. Kondisi tersebut membuat limbah kurang termanfaatkan secara optimal dan berpotensi mengurangi kenyamanan lingkungan dan penumpukan limbah organik. Melalui program ini, mahasiswa memberikan solusi inovatif dengan mengolah limbah siwalan menjadi pupuk organik cair (POC) yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan kembali untuk mendukung pertanian masyarakat desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi sekaligus demonstrasi langsung mengenai proses pembuatan POC mulai dari pengumpulan bahan, pencacahan limbah siwalan, pencampuran dengan air, gula merah, dan EM4, hingga proses fermentasi. Peserta juga diberikan penjelasan terkait cara penggunaan pupuk organik cair pada tanaman agar hasil yang diperoleh lebih optimal. Selain pemberian materi mengenai teknis pembuatan POC, peserta juga diperkenalkan pada sistem fermentasi sederhana yang dikembangkan oleh mahasiswa KKNT Bina Desa berupa galon yang dimodifikasi dengan penambahan keran pada bagian bawah serta airlock pada bagian penutup galon. Inovasi sederhana tersebut diberi nama GALAKSI (Galon Airlock Kulit Siwalan) yang dirancang untuk mempermudah proses fermentasi dan pengambilan pupuk organik cair. Penggunaan sistem ini juga memudahkan proses pemanenan POC karena hasil dapat dikeluarkan melalui keran tanpa harus membuka tutup wadah secara berulang selama proses fermentasi berlangsung, sehingga kondisi fermentasi tetap stabil dan lebih higienis.

Demonstrasi Pembuatan POC Kulit Siwalan

Eva Mawarni, selaku pemateri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. “Kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa limbah siwalan bukan hanya sisa yang tidak berguna, tetapi memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan,” ujarnya.

Para peserta terlihat sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Antusiasme tersebut terlihat saat sesi tanya jawab, di mana banyak petani siwalan aktif bertanya mengenai lama proses fermentasi, cara penyimpanan pupuk, hingga dosis penggunaan untuk tanaman tertentu. Tidak hanya itu, para peserta juga memperhatikan demonstrasi pembuatan POC secara seksama agar dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. “Biasanya limbah siwalan hanya dibuang atau dibakar, sekarang ternyata bisa dimanfaatkan lagi menjadi pupuk untuk tanaman. Kegiatannya sangat membantu dan mudah dipraktikkan,” tuturnya.

Peserta berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan

Melalui program kerja ini, mahasiswa Bina Desa tidak hanya memberikan edukasi terkait pengelolaan limbah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal desa. Selain dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan, penggunaan pupuk organik cair juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta mendukung pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Program pengolahan limbah siwalan menjadi POC ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung poin 12 yaitu Responsible Consumption and Production melalui pengelolaan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga mendukung poin 15 yaitu Life on Land karena mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan membantu menjaga kualitas tanah melalui penggunaan pupuk organik. Tidak hanya itu, kegiatan ini turut mendukung poin 8 yaitu Decent Work and Economic Growth karena membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk berbasis limbah yang memiliki potensi ekonomi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Mahasiswa Bina Desa berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Ngujuran sehingga limbah siwalan dapat dimanfaatkan secara optimal serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan maupun sektor pertanian desa.