Membangun Pertanian Berkelanjutan dari Ruang Marketing: Cerita Magang Mahasiswa Agribisnis di PT Petrokimia Kayaku

PT Petrokimia Kayaku adalah Perusahaan yang bergerak di sektor agrokimia yang menghasilkan produk utama berupa pestisida, pupuk hayati, probiotik ternak dan sejumlah produk lain. Produk-produk PT Petrokimia Kayaku telah diakui sesuai Standar Internasional FAO – specified for plant protection products, sehingga memenuhi standar keamanan bagi tanaman pertanian. Komitmen PT Petrokimia Kayaku untuk senantiasa mendukung perkembangan sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia diwujudkan dengan pemanfaatan teknologi modern dalam proses produksinya, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Program Magang Berdampak memberikan kesempatan yang berharga untuk mahasiswa Agribisnis bimbingan dari Nuriah Yuliati, mahasiswa berkesempatan melaksanakan Februari–Juni 2026 di PT Petrokimia Kayaku pada Departemen Marketing. Kegiatan magang meliputi analisis pasar, penyusunan materi promosi, serta keterlibatan dalam edukasi penggunaan produk perlindungan tanaman. Selain pemasaran secara langsung, mahasiswa juga mengenal strategi pemasaran berbasis media online, seperti Instagram, tiktok, youtube dan konten informasi pertanian untuk memperluas jangkauan edukasi dan promosi produk kepada petani, mitra, dan masyarakat luas. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemasaran pertanian kini tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui ruang digital yang semakin berperan penting dalam dunia agribisnis modern.

Dalam aktivitas pemasaran, mahasiswa turut mengenal dan mempelajari berbagai produk unggulan PT Petrokimia Kayaku, seperti Presulor sebagai fungisida, Wokozim sebagai biostimulan pertumbuhan tanaman, Nominee sebagai herbisida selektif pengendali gulma. Pemasaran produk-produk tersebut dilakukan dengan pendekatan edukatif, melalui penyampaian informasi mengenai dosis penggunaan, waktu aplikasi, teknik penggunaan yang tepat, hingga standar keselamatan kerja bagi petani. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pemasaran tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan langsung oleh petani dan lingkungan.

Lebih dari itu, mahasiswa juga mempelajari pentingnya sistem distribusi yang tertib dan resmi untuk menjamin keaslian produk yang sampai ke tangan petani. Koordinasi antara tim marketing, tenaga teknis lapangan, dan jaringan distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan produk, terutama menjelang musim tanam. Ketepatan distribusi ini sangat menentukan keberhasilan proses budidaya dan stabilitas produksi pertanian di berbagai wilayah. Kegiatan magang ini secara tidak langsung menjadi bagian dari upaya membangun pertanian berkelanjutan. Perlindungan tanaman yang tepat membantu menjaga produktivitas lahan, mengurangi risiko gagal panen, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, edukasi penggunaan produk pertanian yang bijak juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan lingkungan pertanian.

Semua proses pembelajaran tersebut pada akhirnya membentuk kesadaran bahwa peran marketing dalam sektor pertanian jauh melampaui urusan bisnis semata. Kegiatan magang di bagian marketing ini secara nyata mendukung SDGs poin ke-2, Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), melalui upaya menjaga ketersediaan solusi perlindungan tanaman yang mampu mempertahankan produktivitas lahan dan keberlanjutan produksi pangan. Di saat yang sama, aktivitas ini juga selaras dengan SDGs poin ke-12, Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), melalui pendekatan edukasi kepada petani tentang penggunaan bahan kimia pertanian secara bijaksana, tepat dosis, dan bertanggung jawab, sehingga kelestarian ekosistem tanah tetap terjaga dan sistem pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dari sini, mahasiswa memahami bahwa dunia agribisnis bukan hanya bicara tentang produk dan pasar, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan pangan. Edukasi kepada petani, sistem distribusi yang bertanggung jawab, serta komunikasi pemasaran yang beretika menjadi bagian dari upaya membangun pertanian yang tidak hanya produktif hari ini, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Pengalaman magang di PT Petrokimia Kayaku menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur untuk memahami dunia industri dari dekat. Tidak hanya tentang produk dan pemasaran, tetapi juga tentang nilai, tanggung jawab sosial, dan peran strategis industri dalam sistem pangan nasional. Dari ruang marketing inilah, mahasiswa belajar bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya dibangun di sawah dan ladang, tetapi juga melalui strategi komunikasi, edukasi, dan sinergi antara kampus, industri, dan petani.