
Mahasiswa Program Studi Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur melaksanakan kegiatan magang berdampak mulai bulan Februari sampai Juni 2025 di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun. DKPP merupakan lembaga Daerah yang melaksanakan program kerja pemerintahan di bidang pertanian secara menyeluruh. Adanya bidang tersebut, menutut DKPP berperan aktif dalam mewujudkan program swasembada pangan Kota Madiun. Salah satu bentuk untuk mewujudkan program ini yaitu melalui penanaman jagung. Budidaya jagung dilaksanakan di lahan pemerintah kota seluas 3 Ha dengan kurun waktu tanam yaitu satu minggu berturut-turut. Kegiatan budidaya jagung dilakukan oleh mahasiswa magang bersama beberapa karyawan DKPP Kota Madiun, mulai dari kegiatan persiapan lahan hingga kegiatan pasca panen.
Jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan jagung secara mandiri akibat keterbatasan produksi dan ketergantungan pada impor. Oleh karena itu, upaya budidaya jagung secara intensif dan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat kedaulatan pangan nasional. Proses budidaya jagung diawali dengan pengolahan lahan yaitu penyemprotan herbisida 7 hari sebelum ditanami jagung. Proses selanjutnya yaitu penanaman jagung jenis jagung manis pertiwi dan jagung pipil sigenta. Kebutuhan benih untuk lahan seluas 3Ha yaitu sekitar 60kg. Penanaman disertai dengan pemupukan jenis pupuk organik untuk menunjang pertumbuhan awal tanaman secara optimal.
Pemupukan pemeliharaan jagung dilakukan dua minggu setelah taman secara berturut-turut. Jumlah pupuk yang digunakan selama proses pemeliharaan jagung yaitu pupuk organik sebanyak 4 kwintal dan pupuk urea 2,5 kwintal. Penyemprotan herbisida juga diperlukan dalam pemeliharaan jagung untuk mengendalikan serangan hama ulat. Tahap selanjutnya yaitu proses pemanenan pada usia 75 hari setelah tanam dan dilanjut proses sortasi. Hasil sortasi jagung kemudian akan diditribusikan ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 7 kwintal. Pemerintah turut serta mendukung dengan memberikan bantuan berupa benih dan pupuk dengan syarat telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Hasil dari kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis melalui peningkatan produktivitas jagung, tetapi juga mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat tani dan memperkuat ketahanan pangan. kegiatan penanaman dan pemanen. Jagung ini mendukung SDGs poin ke 2 Zero Hanger (Tanpa Kelaparan) dan point ke 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui kegiatan budidaya jagung diharapkan dapat menjadi sarana untuk memaksimalkan lahan serta serapan produksi sehingga memperoleh harga jual yang lebih tinggi di pasaran. Diharapkan juga pemerintah Kota Madiun menyediakan penggilingan jagung untuk mempermudah petani dalam meningkatkan nilai tambah hasil jagung.
